Banyak yang memilih bisnis MLM karena tergiur dengan hasilnya yang banyak dan melimpah. Belum lagi, jika MLM memberikan bonus bagi yang berhasil merekrut anggota baru. Alhasil keuntungan lebih banyak dikeruk dari perekrutan anggota baru ketimbang penjualan produknya sendiri. Bisnis MLM dengan jenis ini biasanya memiliki produk yang tidak jelas.

Skema ponzi menjadi ciri khas dari MLM yang tidak disarankan oleh pemerintah maupun Dewan Syariah Nasional MUI. Sebab, skema ponzi ini memungkinkan anggota yang telah mempunyai banyak bawahan member atau downline jadi tidak perlu berjualan produk, namun hanya menunggu perekrutan member anyar. Pendapatan ini yang biasanya disebut dengan pendapatan pasif karena tidak perlu melakukan apa pun sudah bisa mendapatkan bonus.

Nah, sebagai konsumen kita seharusnya lebih kritis dan jernih dalam memilah. Apakah bisnis MLM yang dijalankan benar-benar menguntungkan, atau malah membuat konsumen dan member tidak memiliki keuntungan yang pasti. Atau, produk dari bisnis MLM tidak seperti dalam iklan dan promosi yang dilakukan para member.

Beberapa bisnis MLM hanya menguntungkan sebagian orang saja, yakni yang sudah menjadi member atau terlebih dahulu. Keuntungannya bisa berlipat lebih jika bawahannya merekrut anggota lagi. Semakin banyak anggota, semakin besar pula keuntungannya. Inilah yang dimaksud dengan skema ponzi.

Sebenarnya, bisnis MLM yang baik dan benar bisa dipilih. Sebab pemerintah pun sudah mengeluarkan aturan terkait bisnis MLM. Dalam Permendag nomor 32 tahun 2008 disebutkan bahwa MLM merupakan bisnis yang memberikan komisi dari hasil penjualan atau kegiatan jual beli barang maupun jasa.

Setelah kamu mengetahui hal seperti ini, kamu bisa memilih bisnis MLM yang baik agar tenaga dan waktu tidak terbuang begitu saja. Nah, simak tips berikut agar bisa mendapatkan bisnis MLM yang baik.