5 Tips Memilih Upline Yang Baik dan Bertanggungjawab

No comment 5 views

MLMku.com– Upline ialah orang yang merekrut orang lain untuk bergabung di suatu jaringan bisnis. Orang yang direkrut itu disebut downline dan nantinya ia akan diletakkan di struktur jaringan, tepat di bawah upline. Kesuksesan sebuah bisnis MLM tergantung pada kemampuan upline dalam memberi dorongan serta motivasi kepada downline.

Dengan memberikan dorongan kepada downline, berarti upline telah membangun relasi yang baik dan mampu menjadi mentor yang selalu memberi semangat kepada downline. Banyak orang yang mengatakan bahwa MLM merupakan bisnis relasi, tapi sebenarnya merupakan leadership business (bisnis kepemimpinan). Seorang pemimpin/leader tidak diukur dari berapa banyak orang yang mengikutinya, namun berapa banyak pengikut yang terinspirasi olehnya.

Tips Memilih Upline Yang Baik dan Bertanggungjawab

Peran upline dalam mengembangkan downline dapat mempengaruhi kesuksesan sebuah bisnis. Akan tetapi, tidak sedikit upline yang hanya mau bonus perekrutan saja, tanpa membimbing downline hingga mencapai tangga kesuksesan. Hal itu justru mengakibatkan jaringan tidak bertahan lama. Jadi, supaya downline tidak menyesal dalam memilih upline, sebaiknya perhatikan tips berikut:

  1. Selalu aktif di beberapa sosial media. Upline yang selalu aktif di Facebook, Instagram, Whatsapp, BBM, LINE dan sebagainya perlu dipertimbangkan. Sebab, upline yang demikian biasanya tanggap dalam merespon pertanyaan downline atau calon member.
  2. Mengembangkan downline. Seperti di perusahaan, mengembangkan downline merupakan sebuah kewajiban bagi setiap upline. Sebab, disitulah letak keberhasilan bisnis MLM. Jadi, upline yang bertanggungjawab akan berfikir bahwa downline bukan hanya orang yang mereka rekrut atau sponsori, melainkan lebih dari itu.
  3. Menerapkan duplikasi. Supaya jaringan tidak mati, upline harus menyiapkan leader-leader baru yang bisa melanjutkan kepemimpinannya. Sebab, jaringan ibarat ‘roh’ dari keberhasilan seseorang menekuni bisnis MLM di masa depan. Tanpa adanya jaringan, keberhasilan yang didapatkan mungkin hanya impian belaka. Leader-leader baru tersebut disiapkan dengan cara duplikasi, yaitu memberi arahan kepada downline untuk mengikuti teknik-teknik yang diterapkan upline agar berhasil di bisnis MLM.
  4. Melatih downline. Ini masih berhubungan dengan tips sebelumnya karena tujuannya sama-sama menciptakan leader-leader baru di jaringan. Seorang upline yang bertanggungjawab selalu menjaga dan memperkuat jaringannya dengan cara melatih downline supaya memiliki kemampuan yang setara dengannya. Sebab, apabila dalam sebuah jaringan ada satu downline yang ‘pincang’, akan mengganggu yang lainnya. Dalam melatih downline sendiri, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan yakni berorientasi pada perekrutan dan pada produk.
  1. Mewujudkan impian downline. Setiap orang yang bergabung dalam bisnis MLM pasti menginginkan impiannya terwujud, seperti mendapatkan bonus dalam jumlah banyak, membeli mobil baru, rumah baru dan sebagainya. Dalam hal ini, upline harus berperan sebagai seseorang yang membantu mewujudkan impian tersebut.

Upline Harus Berusaha Memotivasi Downline Agar Berkembang

Dalam bisnis MLM, downline berperan sangat penting, terutama dalam menentukan sukses-tidaknya seseorang mendapat bonus. Banyak yang mengumpamakan downline sebagai ‘mesin uang’, semakin banyak downline yang dimiliki, bonus yang didapatkan semakin besar apalagi jika produktif menjalankan bisnis. Oleh sebab itu, downline harus dirawat dan dikembangkan dengan cara:

  1. Diberi dukungan sejak awal bergabung dengan membuatkannya catatan, kontak member yang masih dalam satu jaringan serta tips-tips bermanfaat untuk menjalankan MLM terkait.
  2. Membagi teknik dan pengalaman untuk membantu downline dalam mengatasi berbagai masalah ketika memprospek. Selain mempermudah downline, hal itu juga menunjukkan bahwa upline senantiasa membantu mereka. Secara tidak langsung, itu bisa memperkuat jaringan bisnis.
  3. Memberi perangkat seperti buku panduan, situs-situs yang terkait dengan bisnis MLM dan surat penawaran untuk menuntun mereka pada kesuksesan. Perangkat-perangkat tersebut bisa memberi inspirasi dan ide kreatif dalam menguasai teknik.
  4. Mengasuh downline, artinya selalu menawarkan bantuan apabila mereka terlihat kesulitan memasarkan bisnis. Selain itu, sampaikan ide, tips, pujian dan sebagainya yang bisa memotivasi mereka.

Kesimpulannya, upline yang baik dan bertanggungjawab tidak pernah menelantarkan downline. Mereka akan membantunya berkembang hingga berada di level yang sama supaya jaringan tetap hidup. Maka dari itu, jangan asal memilih upline karena belum tentu semuanya mampu mengemban tanggungjawab tersebut.

author
Author: 

    Leave a reply "5 Tips Memilih Upline Yang Baik dan Bertanggungjawab"